Notulensi Rapat Koordinasi Operasional & Evaluasi Dinkes

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Situbondo

Peserta: Dinas Kesehatan, Korwil, Korcam, Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan.

Agenda Utama Rapat

  • Detail Implementasi SK Nomor 63426.2 & SE Nomor 10 tentang Standar Susu (Peserta Didik vs B3/3B) & Ketentuan Merek.
  • Evaluasi Food Waste Telur, Standardisasi Keamanan Bahan Baku (Abon, Produk Laut, Frozen Food), dan Larangan Menu Kuah.
  • Manajemen Kesejahteraan Tim (Mitigasi Tekanan Kerja) & Pemerataan Penerima Manfaat (PM).
  • Penyusunan Daftar Isu Strategis untuk Dikonfirmasi ke KPPG dan Sistakol Pusat.

Hasil Pembahasan & Evaluasi Dinkes

A. Aturan Ketat Susu UHT & Merek

Peserta Didik (PAUD-SMA) mendapat UHT/Pasteurisasi/Steril Full Cream tanpa rasa, 115-125 ml, min. 2x seminggu. Merek direkomendasikan: Milklife, Diamond, Ultramimi Kids, Ultramilk. Dilarang keras menggunakan "Susu Sekolah" dan "Tango Kid".

Kelompok B3 (Bumil, Busui, Balita) dilarang menggunakan UHT; wajib susu formula pertumbuhan khusus, atau diganti dengan Double Protein hewani jika anggaran tidak cukup.

B. Manajemen Menu Telur & Food Waste

Menu telur ayam ras wajib 3x seminggu sesuai SE KPPG. Karena tingginya food waste, Ka SPPG wajib menyusun Spreadsheet Penyerapan Telur Periode Ketiga secara faktual untuk mengajukan variasi ke pusat.

C. Keamanan Pangan & Bahan Baku

Larangan menu berkuah (termasuk kelor) untuk menghindari risiko basi. Abon UMKM harus tersertifikasi BPOM & Halal serta kemasan asli pabrik, dilarang repack manual.

Penggunaan produk setengah jadi berbumbu (seperti Ebi Furai dan Bandeng Presto) tidak disarankan; wajib olah mentah di dapur SPPG.

D. Pemerataan PM & Kesejahteraan Tim

Pemerataan PM dieksekusi berdasarkan hasil koordinasi Forkopimcam. Korcam diwajibkan mengagendakan kumpul rutin mingguan (sharing session) untuk mitigasi tekanan kerja tim.

Sesi Tanya Jawab & Diskusi Teknis

NoDivisi / InstansiSubstansi PertanyaanTanggapan / Arahan
1Pengawas KeuanganAnggaran susu 2x seminggu tidak mencukupi karena dominasi porsi kecil.Pemberian susu sifatnya rekomendasi wajib, menyesuaikan anggaran. Menunggu pemerataan PM.
2Pengawas GiziBolehkah telur ayam 3x seminggu ditambah variasi puyuh/bebek?SE BGN Jatim fokus telur ayam ras. Variasi belum diizinkan. Kumpulkan data food waste faktual.
3Pengawas GiziApakah jika hari ini jadwal menu susu, kelompok B3 tidak dapat apa-apa?B3 harus mendapat menu pengganti (double protein) demi memenuhi standar AKG harian.
4Kepala SPPGTerkait larangan menu kuah, bagaimana menyiasati inovasi kelor?Wajib metode masakan kering. Semua arahan tertulis BGN harus ditaati demi akuntabilitas.

Daftar Agenda Konfirmasi ke KPPG (Eskalasi)

1. Pertimbangan Food Waste Telur

Meminta izin variasi menu telur puyuh/bebek guna menyiasati tingginya sisa makanan.

2. Penegasan Standar Susu

Kepastian anggaran pengadaan susu khusus B3 serta penolakan blacklist merek yang tidak sesuai gizi.

3. Standardisasi Penggunaan Abon

Konfirmasi batasan perizinan UMKM (P-IRT) dan regulasi pengemasan.

4. Produk Makanan Setengah Jadi

Ketegasan larangan penggunaan produk seperti Ebi Furai dan Bandeng Presto.

5. Serapan Ikan Laut & Rantai Dingin

Kesulitan operasional penyerapan ikan laut akibat terputusnya rantai dingin oleh UMKM yang memicu naiknya kadar histamin.

6. Penggunaan Cumi & Hasil Laut Lain

Mengonfirmasi jika ikan laut dihentikan, apakah udang dan cumi tetap diperbolehkan.

7. Fortifikasi Bahan Dasar Kelor

Konfirmasi legalitas penggunaan tepung kelor sebagai alternatif fortifikasi makanan tanpa kuah.

Rencana Aksi (Action Items)

1. Menyusun Spreadsheet Penyerapan Telur Periode Ketiga beserta dokumentasi riil food waste.Minggu Ini
2. Menghentikan total penggunaan Susu UHT untuk Kelompok B3 dan mengalokasikan Double Protein.Minggu Depan
3. Melakukan penyeleksian merek susu wajib sesuai rekomendasi dan mencoret merek non-standar.Segera
4. Korcam wajib mengagendakan kumpul sharing mingguan untuk mitigasi tekanan psikologis Ka SPPG.1x Seminggu
5. Meneruskan ke-7 poin Daftar Agenda Eskalasi ke tingkat pusat.Segera

Catatan Penutup: Rapat menghasilkan kesepakatan tegas untuk mengedepankan keamanan pangan dan kepatuhan Juknis BGN. Data faktual food waste menjadi kunci lobi perubahan menu ke pusat.